Ruangan Oh Ruangan?

Hallo teman-teman pembaca mading, teman-teman pasti pernah mendengar isu yang berkaitan dengan pemasalahan mengenai ruangan. Mulai dari masalah rungan bersama , pemindahan ruangan HIMA yang akan bergabung di ruangan BEM dan BLM, ruangan UKM yg AC ny udah tidak dingin selama dua bulan terakhir dan isu yang paling hangat adalah masalah peminjaman ruangan pembelajaran untuk hari libur atau untuk digunakan pada saat kegiatan mahasiswa di hari sabtu dan minggu. Ada isu yang menyebar yang mengatakan kalau ruangan yang ada di poltek tidak bisa di pergunakan atau dipinjam pada hari libur contohnya hari sabtu dan minggu, dan hanya boleh di pinjam pada hari kuliah saja.

 

Kalau isu itu benar bagaimana nasib ORMAWA poltek yang mengadakan acara di hari sabtu dan minggu yang memang membutuhkan ruangan untuk acara tersebut, berarti mereka hanya boleh meminjam audit saja, dan yang kita tahu audit itu sering di gunakan juga oleh luar yang bersedia membayar untuk menggunakannya. “Jadi Gimana Nasib ORMAWA di Politeknik Negeri Batam?”

 

nah, dari isu yang simpang siur inilah Kami mulai mencari informasi menanyakan langsung ke BMN sebagai narasumber yang terkait dengan masalah peminjaman ruangan. Hasil yang kami dapatkan merupakan kabar baik ternyata isu yang mengatakan “ruangan hanya boleh di pinjam pada hari kuliah saja cuma HOAX belakang” dari hasil wawancara dengan beberapa staf BMN yang ada di tempat mengatakan

“ bahwa mahasiswa boleh mempergunakan ruangan pada hari libur atau hari sabtu dan minggu ruangan mana pun bisa di pinjam  asal memiliki bukti peminjaman yaitu borang yang telah mendapat persetujuan dari pembina masing-masing UKM ,lalu menkonfirmasikan dengan pihak TPS yang bersangkutan dan bertanggung jawab atas ruangan yang akan kita pinjamkan atau untuk peminjaman Laboraturium harus mendapat persetujuan dari KAJUR atau dosen  yang bertanggung jawab atas ruangan yang akan kita pinjam dan  mendapatkan tanda tangan dari orang BMN dan hal ini kita lakukan pada saat jam kerja yaitu dari senin sampai jum’at selebih itu tidak bisa,”ujar salah satu narasumber pada tanggal 10 april 2016 jam 15.20 WIB.

nah setelah proses telah dilalui untuk peminjaman ruangan dan telah di tanda tangani, masih ada yang harus dilakukan yaitu penyebaran borang yang mana biasanya borang yang asli akan di letakan di ruangan BMN , sebelum proses penyebaran borang harus di fotocopy terlebih dahulu sesuai  tembusan yang ditentukan di borang. Tembusan yang dimaksud untuk ke penjaga keamanan kampus ,BMN lantai 3 , BMN lantai 2 yang terletak di RB10, kalau bisa kasih ke cleaning service juga dan bagi peminjam juga memegang  borang fotocopynya sebagai bukti peminjaman dan jangan lupa dikasih juga ke TPS yang bersangkutan  sebagai bukti benar ruangan tersebut telah dipinjam. Kenapa Harus Banyak memfotocopy lampiran borangnya ?

karena Setiap tembusan memiliki fungsi masing-masing

  1. Borang yang kita kasih ke ruangan BMN lantai 3 untuk mendata ,arsipkan dan membuktikan kita telah meminjam ruangna tersebut.
  2. Borang yang kita kasih ke ruangan TPS yg bersangkutan untuk mendata dan membuktikan kita telah meminjam ruangna tersebut.
  3. Borang yang kita kasih ke ruangan BMN lantai 2 untuk membuktikan alat-alat apa saja yang kita pinjama dan fasilitas apa aja yang kita perlukan.
  4. Borang yang kita kasih ke penjaga keamanan kampus yg bertujuan untuk mendapatkan keamanan pada saat kegiatan berlangsung .
  5. Borang yang kita kasih cleaning service yg bertujuan untuk fasilitas kebersian sebelum dan sesudah acara

 

So, bagi teman-taman ORMAWA atau mahasiswa Politeknik yang memiliki kegiatan pada hari libur atau membutuhkan ruangan untuk proses pembelajaran  tidaak usah khawatir lagi untuk masalah ruangan yang katanya kita Cuma bisa pinjam di hari kuliah saja , asal kita memiliki bukti pemijaman  secara TERTULIS yaitu borang dan mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang terkait kita bisa memakai ruangan tersebut sesuai tanggal yang tertera pada borang itu.

Lulusan D4 Sulit Melanjutkan Jenjang S2 ?

s2

Diluar sana masih banyak yang masih belum mengetahui tentang D4, Banyak yang beranggapan D4 dan S1 itu tidak setara. Dan tidak dapat untuk melajutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni S2. Sebagai calon lulusan D4 tentu kebanyakan dari kita sedikit berkecil hati mendengarnya.

Mari Baca penjelasan dibawah ini agar tidak banyak yang salah kaprah !!

  1. Pendidikan Tinggi D4 Politeknik (Sarjana Sains Terapan) adalah Program Sarjana yang dilaksanakan di lingkungan Pendidikan Tinggi Politeknik.
  2. D4 dan S1 itu setara/sederajat, tapi tujuan pendidikannya berbeda, jenis pendidikannya berbeda, kurikulumnya berbeda, learning outcomesnya berbeda. bisa di analogi kan SMA dan SMK. Semua pasti paham SMA setara dengan SMK, tapi semua pasti tahu SMA berbeda dengan SMK.
  3. Acuan Hukum
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 234/U/2000 Tentang Pedoman Penidikan Perguruan Tinggi

3 point utama :

  1. Aspek legal D4 sudah di atur di Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
  2. Gelar/sebutan kata “Sarjana”untuk para lulusannya program D4.
  3. Karakter kompetensi para lulusan D4 dengan proses menuntut ilmu sudah sesuai yaitu minimal 144 sks.
  • UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi

Pasal 16

(1)Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.
(2)Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau program doktor terapan.

  • Perpres 8/2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
    1. Lulusan pendidikan dasar setara dengan jenjang 1
    2. Lulusan pendidikan menengah paling rendah setara dengan jenjang 2;
    3. Lulusan Diploma 1 paling rendah setara dengan jenjang 3;
    4. Lulusan Diploma 2 paling rendah setara dengan jenjang 4;
    5. Lulusan Diploma 3 paling rendah setara dengan jenjang 5;
    6. Lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana paling rendah setara dengan jenjang 6
  • KEPMENDIKNAS 234/U/2000, KEPMENDIKAS 232/U/2000 serta PP 60 tahun 1999, menjelaskan bahwa, lulusan S1 dan D4 mempunyai beban studi yang sama yakni 144 SKS, serta mempunyai beban tanggung jawab yang sama di dunia kerja.

Nah dari penjelasan diatas dirasa sudah sangat jelas bahwa D4 dan S1 itu setara ngga usah takut dan berkecil hati lagi menjadi lulusan D4. Untuk melanjutkan S2 lagi pun kita dapat lansung menajut ke S2 namun perlu teman-teman ketahui mau yang S2 biasa atau S2 terapan, tapi kalau bisa jurusannya yang nyambung,
S2 terapan masih sedikit di Indonesia, setau saya di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ada S2 terapan, tapi buat teknik elektro aja,